IKABU Didirikan untuk Menjadikan Syiar Pesantren dan Masyarakat

IKABU Didirikan untuk Menjadikan Syiar Pesantren dan Masyarakat
IKABU Didirikan untuk Menjadikan Syiar Pesantren dan Masyarakat

IKABU Didirikan untuk Menjadikan Syiar Pesantren dan Masyarakat

MTs Bahrul Ulum, Ratusan Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di gedung II Madrasah Muallimin Muallimat 6, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (25/06/2022).

Kegiatan yang bertema bertajuk ‘Kiprah Santri untuk Peradaban Dunia’ ini diikuti ratusan alumni dari 26 utusan IKABU cabang se-Indonesia. Selain memilih ketua dan pengurus periode 2022-2027, Munas ini juga menyusun program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.

Bupati Jombang Nyai Hj Munjidah Wahab, meminta ketua dan pengurus periode 2022-2027 murni diisi alumni pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas. Sementara zuriyyah atau keturunan keluarga besar Bahrul Ulum dimasukkan di atas pengurus. Sehingga, tidak perlu ada perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

“Kalau bisa dari keturunan Bahrul Ulum harus terpilih dalam pengurus IKABU pada periode ini. Dengan begitu, IKABU bisa berkembang dan bisa meluaskan dakwahnya di masyarakat,” kata Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat membuka Munas IKABU.

Mundjidah juga meminta keturunan di keluarga besar Pesantren Bahrul Ulum dimasukkan, baik keseluruhan maupun perwakilan. Sebab, di pesantren itu ada empat bani. Yakni bani Wahab, bani Rohim, bani Hamid dan bani Fattah

“Saya berharap kepengurusan tidak didominasi oleh salah satu alumni madrasah atau asrama pondok di Bahrul Ulum, semua harus dimasukkan. Sebab, yang ada adalah alumni Bahrul Ulum Tambakberas bukan dari salah satu pondok di Bahrul Ulum,” ujar putri KH Wahab Chasbullah ini.

Para pengurus IKABU 2022-2027 yang terpilih nantinya juga diminta untuk terus mendata para alumni yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh pengurus di daerah. Hj Mundjidah Wahab menyebutkan, sedikitnya terdapat 2000 santri yang dilahirkan Bahrul Ulum setiap tahunnya.

Sementara Ketua Yayasan Bahrul Ulum, KH Wafiyul Ahdi mengatakan, IKABU didirikan untuk menjadikan syiar pesantren dan masyarakat dengan begitu alumni dari Tambakberas semakin solid dalam menjalankan misi dakwa di daerah masing-masing. Demikian pula para alumni bisa menjadi pembeda dan mampu mewarnai dakwah di era gempuran teknologi seperti era saat ini.

“IKABU berdiri 15 tahun yang lalu dan saat ini sudah mempunyai 26 cabang d seluruh Indonesia” kata Ketua Yayasan Bahrul Ulum, KH Wafiyul Ahdi. Dirinya sangat mendukung dan mensupport kegiatan IKABU di manapun.

“Kita dirikan kegiatan rutin agar alumni Bahrul Ulum memiliki labelling, sehingga ketika berkhidmah di masyarakat melakukan pemberdayaan dan justru akan tampak lebih mudah,” katanya

Ketua Umum IKABU Pusat, KH Taufiq Abdul Jalil mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak. Khususnya jajaran Majelis Pengasuh dan Pengurus Yayasan Ponpes Bahrul Ulum yang telah memberikan bimbingan, masukan dan saran kepada pengurus pusat sehingga dapat mengadakan Munas.

“Pengurus IKABU pusat ini membentuk panitia ini satu bulan yang lalu dalam forum persiapan Munas yang pertama persis pada bulan yang lalu tanggal 25 Mei.

“Kami tidak membayangkan bahwa Munas seheboh ini, karena pemikiran kita pada saat rapat itu hanya sederhana,” tandasnya

Tampak hadir Bupati Jombang Nyai Hj Munjidah Wahab, Ketua Majelis Pengasuh KH Moh Hasib Abdul Wahab, Wakil Ketua Majelis KH Sholahul Am Notobuwono, dan Ketua Umum IKABU Pusat, H Taufiq Djalil

h

Subscribe to Our Newsletter

Stay in the Loop!