MTs Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Penuh Kekhidmatan

Jombang – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti halaman MTs Bahrul Ulum Tambakberas pada Minggu (7/9/2025) ketika ratusan santri, guru, dan jajaran pengurus madrasah berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabi’ul Awwal 1447 H. Acara ini menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu dinanti sebagai wujud kecintaan umat Islam kepada Nabi terakhir, Rasulullah Muhammad SAW.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan lantunan shalawat dan pembacaan maulid diba’ yang menggema di seluruh area madrasah. Alunan shalawat yang dipanjatkan bersama-sama menghadirkan suasana haru sekaligus meneguhkan rasa cinta umat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, H. AR Jauharuddin menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi diri bagi seluruh santri, guru, dan keluarga besar madrasah.

“Rasulullah adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan. Melalui peringatan ini, mari kita jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk lebih rajin belajar, berakhlak mulia, dan menjaga persaudaraan. Santri MTs Bahrul Ulum harus mampu menunjukkan akhlak terpuji, sebagaimana Rasulullah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau juga menekankan bahwa nilai-nilai pendidikan di MTs Bahrul Ulum Tambakberas harus sejalan dengan misi dakwah Rasulullah, yakni membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang mulia. Menurutnya, di tengah tantangan era modern yang penuh dengan distraksi digital, meneladani akhlak Rasulullah menjadi benteng utama bagi para santri agar tidak kehilangan jati diri sebagai generasi Muslim yang berkarakter.

“Hari ini kita hidup di era yang serba cepat, di mana teknologi bisa membawa manfaat sekaligus mudarat. Santri Bahrul Ulum harus mampu memfilter pengaruh zaman dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai role model. Rasulullah mengajarkan kita disiplin dalam ibadah, rendah hati dalam pergaulan, serta sabar menghadapi segala cobaan. Itulah sifat-sifat yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Kepala madrasah juga mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan memperbanyak shalawat, kata beliau, seorang Muslim akan senantiasa mendapatkan syafaat Nabi di hari kiamat. Selain itu, beliau berharap agar peringatan Maulid ini tidak berhenti hanya pada kegiatan perayaan, melainkan mampu melahirkan semangat baru untuk membangun peradaban Islam yang damai, moderat, dan berkeadaban.

“Mari kita buktikan cinta kita kepada Rasulullah dengan amal nyata: belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menyayangi sesama, serta mengamalkan ilmu yang bermanfaat. Jika itu bisa kita lakukan, insyaAllah santri Bahrul Ulum akan menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu dan berakhlak mulia, sesuai dengan cita-cita Rasulullah,” ungkapnya.

Sementara tausyiah yang disampaikan, Ustadz Samian menegaskan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. “Jika umat Islam mampu meneladani sifat Nabi Muhammad SAW, maka kita akan menjadi pribadi yang kuat, jujur, dan penuh kasih sayang. Santri Bahrul Ulum harus menjadikan akhlak Nabi sebagai pedoman, baik di madrasah maupun di masyarakat,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak shalawat kepada Nabi sebagai wujud cinta sekaligus bukti penghambaan kepada Allah SWT. Mengutip sabda Rasulullah SAW, beliau menuturkan, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipat.” Ungkapnya

Lebih lanjut, Ustadz Samian menyampaikan pesan tentang kedudukan orang tua dalam kehidupan seorang santri. Menurutnya, orang tua memiliki tiga makna penting, yakni ayah dan ibu, mertua, serta guru atau ustadz yang membimbing. “Siapa yang memuliakan gurunya, maka ilmunya akan barokah. Sejelek apapun keadaan kalian, tetap muliakan orang tua agar termasuk golongan yang dimasukkan ke dalam surga,” pesannya.

Acara Maulid Nabi di MTs Bahrul Ulum Tambakberas ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan ilmu, serta keteguhan iman para santri. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga pengingat untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pengamalan ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Scroll to Top